Menciptakan Persaingan Monopolistik

Buku teks ekonomi menggambarkan monopoly sebagai sebuah kondisi pasar yang dikuasai oleh satu seller. Seller ini bisa menentukan harga yang berlaku di pasar sementara buyers tidak punya banyak pilihan untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Monopoly berkaitan erat dengan hukum demand and supply, ketika demand tetap dan supply sedikit, harga cenderung naik, atau paling tidak supplier dapat menentukan harga. Deskripsi monopoly jenis ini mudah sekali terlihat. Indonesia pernah memiliki pengalaman panjang dengan monopoly, misalnya ketika crony capitalism berlangsung semasa Soeharto dengan Tata Niaga Jeruk, Tata Niaga Gula, Tata Niaga Cengkeh, yang menjadikan keluarga Suharto menjadi kaya luar biasa. Sayangnya, semua ini pengertian yang basi tentang monopoly.

Pengertian baru tentang monopoly yang tidak mewajibkan hadirnya kekuasaan dalam monopoly, tidak mewajibkan modal yang besar dan telah dipraktekkan bertahun-tahun. Inti dari monopoly jenis baru ini adalah exclusivitas dengan memanfaatkan taste pasar yang dapat dibangun dari kuatnya branding. Selera pasar dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memunculkan kesan eksklusif sebuah produk dari produk substitusi di pasar. Ketika pasar baru sudah tercipta, berapapun harga yang dijual seller, tetap akan dibeli. Disinilah monopoly tercipta. Seller menciptakan monopoly nya sendiri terhadap pasar, ia mampu menciptakan pasar baru yang berasas pada eksklusifitas. Demand pada pasar jenis ini berbentuk inelastis (penurunan jumlah pembeli lebih kecil dari kenaikan harga).

Continue reading “Menciptakan Persaingan Monopolistik”

Australia’s GOD

flag_australia_me.jpgDalam tulisan sebelumnya, telah dikupas tentang munculnya ‘tuhan-tuhan‘ baru dalam kehidupan manusia modern. Definisi ‘tuhan’ disini diartikan sebagai sesuatu yang diikuti, diyakini dan semua anjurannya ‘dilaksanakan’ dengan konsekuen dan tidak terbantahkan. ‘Tuhan’ non permanen ini bisa muncul dalam wajah yang begitu rupa, mengikuti arus kehidupan modern yang sulit ditemukan padanannya, bahkan pada waktu yang tidak terlalu lama. Siapakah “tuhan’ orang Australia? Tulisan ini diilhami dari munculnya konflik pribadi dengan ‘tuhan’ Australian tersebut yang begitu terasa bahkan dalam bulan-bulan awal tinggal di sini.

 

Tuhan itu adalah komputer dengan segenap softwarenya, yang menjadi ‘matrix’ -seperti dalam sekuel film MATRIX’- dalam kehidupan di Australia. Seluruh perintah sistem komputer dipatuhi dengan menghilangkan nurani bahkan akal sehat. Seluruh fase kehidupan di Australia diproses dalam sistem biner ‘0’ dan ‘1’ yang menyandera siapapun. Pada satu sisi, hal ini bisa membuat kehidupan menjadi lebih rapi, efficient dan tepat. Tapi ketika terjadi konflik, akal sehat dihilangkan. Pengalaman saya dengan DODO Australia membuktikan hal itu.

Continue reading “Australia’s GOD”

Mak Erot

Saya tergelitik untuk menulis sedikit tentang seksualitas, bukan karena pernah menjadi “pelanggan” mak Erot, tetapi lebih karena isu mak Erot memberkaitan dengan perdebatan antara Traditional/Alternative medicine dan Biomedical yang menjadi mainstream dunia kedokteran di Indonesia. Untuk urusan ini, tesis saya tentang dukun bayi, membahasnya dengan (semoga) komprehensif.

Sekitar enam bulan yang lalu, sebelum berangkat ke Australia, saya bolak balik ke kantor iklan KR dan Kompas untuk urusan pengiklanan. Nah, esoknya, sambil memastikan iklan saya termuat dengan benar, saya tergelitik untuk melihat bagian pengobatan di KR. Di bagian ini terdapat iklan tentang ‘pembesaran’ dan ‘pemanjangan’ penis. Bahkan di salah satu iklan, bisa dibuat kombinasinya. Panjang sekian cm dan diameter sekian cm. Saya takjub dengan iklan yang seolah-olah membayangkan alat vital laki-laki seperti balon, bisa ditiup dan dibentuk sesuai selera. Pengiklannya melampirkan foto mak Erot, yang tampak sudah renta, berkerudung (bukan berjilbab) yang mengesankan mak Erot ini santri betul. Pengiklannya tentu saja bukan mak Erot, yang konon tidak melek advertising, tetapi menantunya, cucu langsung, keponakan, anak kesayangan dll. Pokoknya mengesankan yang bersangkutan berhubungan darah, langsung atau tidak, dengan mak Erot. Banyak sekali iklan sejenis di satu kolom. Prakteknya hanya beberapa hari di salah satu kamar hotel kelas melati dengan “mahar” 300 an ribu. Nah, dari sini saya mulai bertanya-tanya.

Continue reading “Mak Erot”

Ken Arok

Dalam setiap penggalan sejarah Jawa, selalu muncul orang-orang yang kemudian menjadi tokoh dan dikenang sepanjang masa. Kita bisa mundur ke belakang agak jauh, tapi kiranya hidup Ken Arok adalah salah kisah yang paling banyak diceritakan. Bukan hanya karena kisahnya dicatat di Pararaton, tetapi lebih karena kisah Ken Arok adalah contoh nyata seperti apa yang dibayangkan Machiavelli dalam The Prince.

Saya pertama kali mendengar cerita tentang Ken Arok, ketika masih SD, dari ibu yang kebetulan guru SD yang sedikit banyak tahu cerita itu. Versi visualnya saya dapatkan beberapa minggu kemudian dari ‘kartu‘ yang dipotong-potong untuk bermain ‘tomprang’ dan ‘kiyu-kiyu‘. Setiap kartu terdiri dari 36  bagian yang harus dipotong sendiri. Ada gambar ‘gunung kelud‘ di salah satu kotak. Bahannya dari kertas yang bagus di bagian depan dan berwarna, serta coklat di bagian belakangnya. Bagian belakang kadang berisi rambu-rambu lalu lintas. Saya tidak tahu apakah mainan semasa kecil ini masih ada, dugaan saya sudah digantikan dengan kartu ‘pokemon‘, ‘avatar‘, ‘winnie the pooh‘ yang bahannya lebih mahal dan tentu saja hanya bisa dibeli di supermarket. Siapa juga yang mau menggunting sendiri ke 36 bagian kartu itu. Continue reading “Ken Arok”

SMS Santet

santetthumbnail.jpgBaru saja saya menerima email di milis mahasiswa Australia di Canberra yang tinggal di Toadhall. Maklum, sebagai alumni Toadhall, saya berhak menerima milis. Email ini agak menghawatirkan karena memberi info tentang kegemparan SMS Santet yang bisa membunuh, waduhh. Saya browsing sebentar dan beberapa versi SMS seperti berikut:

 

 

“Informasi, kalau ada nomor HP yang 0866 atau 0666 masuk berwarna merah, mohon jangan diangkat, karena ada virus kematian. Soalnya di Jakarta dan di Sumatera sudah ada yang meninggal gara-gara masalah ini, orang bilang lagi uji ilmu hitam.”

”Kalo ada telepon yang NOMORNYA BERWARNA MERAH jangan diangkat, karena bisa menelan jiwa. Hari ini sudah disiarkan di berita, terjadi di Jakarta dan Duri dan sudah terbukti. Sekarang masih diusut oleh pihak KEPOLISIAN. Dugaan sementara adalah kasus PEMBUNUHAN JARAK JAUH MELALUI TELEPON GENGGAM (HP) oleh dukun ILMU HITAM/si penelepon adalah ROH GENTAYANGAN yang mencari MANGSA. Harap dimengerti dan kirim ke teman atau saudara semua. Harap saling membantu sesama umat manusia.”

”Tolong diperhatikan serius. Jika menerima telp masuk dari HP dengan kepala no 0866 atau 066 dengan warna tulisannya merah, mohon dengan sangat jangan diterima. Sama sekali jangan memencet tombol apa pun karena telah memakan korban 1 orang di Medan dan 3 orang di Pekanbaru yang hangus karena HP-nya meledak. Mohon beritahu teman-teman lain”.

 

Semakin lama browsing, semakin aneh bunyinya dan semakin jauh dari akal sehat. Tapi bahasan tentang santet menarik untuk ditulis, karena peristiwa semacam ini selalu berulang ketika situasi politik dan ekonomi Indonesia sedang mengalami fase negatif dan berkaitan dengan relasi vertikal kita dengan pencipta.

 

Continue reading “SMS Santet”