Bendera Dewa

Liburan begini, setelah berita politik tuntas, iseng-iseng masuk di bagian selebriti. Ahmad Dhani dilaporkan Roy Suryo ke polisi karena dianggap menghina bendera merah putih di klip Dewa Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia. Saya sempatkan menulis tentang bendera dan nasionalisme, karena masalah ini menyangkut Dewa, grup favorit ketika SMA dan Ahmad Dhani adalah pentolannya.

Bendera, bagi orang Indonesia sangat penting artinya. Bendera bukan sekedar symbol. Ia bagai jimat yang harus selalu dirawat dan dijaga. Setiap senin, selama setidaknya 12 tahun, kita harus menghormat ke bendera merah putih yang diarak ke tiang dalam sebuah momen inti di Upacara Bendera. Sedikitnya 624 kali (belum termasuk hari kenegaraan dan acara diluar sekolah) kita menghormat kepada bendera dengan sikap hormat yang sudah ditentukan. Sikap ini, direproduksi terus menerus hingga bendera bukanlah kain 2 x 3 yang berwarna merah dan putih. Kain ini menjadi begitu sakral sehingga seolah-olah nasionalisme bisa ditentukan dengan cara kita memperlakukan bendera.

Ketika SMA dulu, saya ikut seleksi menjadi Bantara, sebuah tingkatan dalam Pramuka Penegak. Di SMA saya posisi bantara sungguh prestisius. Bagaimana tidak, setiap Jumat sore, hanya para Bantara lah yang mendapatkan priviledge mengajarkan ilmu kepramukaan kepada seluruh siswa kelas 1 selama 3.5 jam dan Pramuka ini sifatnya wajib. Walaupun masih ada Pembina di ruang Guru, para Bantara mendapatkan kebebasan luar biasa selama 3.5 jam itu. Bantara mendesain kurikulum selama setahun, menentukan prioritas pengajaran, menentukan pengajar diantara bantara sendiri, membuat buku panduan, menciptakan metode dls. Kegiatan ini diakhiri dengan camping 3 hari 4 malam yang juga didesain dan dilaksanakan Bantara. Di sela-sela semua kegiatan ini, masih ada kesempatan lirak lirik adik-adik kelas. Karena banyak hal yang bisa dipelajari ketika menjadi bantara, seleksinyapun sedemikian berat, ketat dan lama.

Continue reading “Bendera Dewa”

Berita tidak penting

Anda pernah membaca berita yang dikategorikan tidak penting? Saya yakin sudah. Berita tidak penting ini misalnya berita tentang gantung diri siswi SMU kelas 2 di Bandung yang menunggak 80 ribu untuk biaya sekolah swasta dan hutang 135 ribu ke tetangga. Masak sih ini berita tidak penting?

Nah disinilah masalahnya. Menurut saya ini berita penting. Berita ini mampu mengekspresikan secara nyata kondisi Indonesia. Berita remeh-remeh ini menunjukkan tingkat keberadaban kita sebagai suatu bangsa.

Terdapat dua cara melihat kondisi riil sebuah negara. Cara pertama dengan membaca berita “penting”yang berkaitan dengan bagaimana manajemen negara dijalankan. Berita-berita “penting”menghiasi halaman depan koran, dikirim banyak orang di kolom opini dan menjadi analisis berbulan-bulan kemudian. Misalnya berita carut marut pelayanan masyarakat yang tak kunjung usai, sistem pemilu yang tidak stabil setelah sepuluh tahun reformasi, korupsi (termasuk di dalamnya bribery), penegakan hukum yang tidak selesai, juga operasi preman yang belakangan marak.

Continue reading “Berita tidak penting”