Membuat Keris, Menulis Thesis

5pendawa5Setelah satu setengah bulan bertapa di padepokan ANU, saya baru menyadari bahwa sejatinya membuat tesis sama dengan membuat keris. Kalau toh ada yang berbeda, hal itu tidak esensial.

Pertama-tama adalah mengumpulkan bahan. Bahan untuk keris diperoleh dari tempat yang sulit, bahkan jauh. Tetapi sekarang lebih mudah karena sudah diidentifikasi beradasarkan nama kimia yang dimiliki masing-masing bahan tersebut. Bahkan sejumlah keris menggunakan bahan dari meteor yang berasal dari angkasa. Kasunanan Solo masih memiliki memiliki meteor ini yang disebut Kandjeng Kiai Meteor. Kasultanan Yogyakarta juga masih memiliki walaupun sisanya tinggal sedikit sekali. Terakhir, menurut alm Mpu Djeno, dibuat untuk keris pesanan HB X yang dikerjakan almarhum.

Membuat tesis juga demikian. Bedanya bahan-bahannya adalah buku dan tulisan-tulisan. Kalau dulu harus berburu tulisan di perpustakaan, sekarang lebih mudah melalui jurnal elektronik. Namun demikian, fungsi perpustakaan tak pernah betul-betul secara signifikan berkurang. Berburu bahan thesis ini bisa menarik karena tidak terbatas sumbernya. Tantangan terbesarnya justru memilahnya sehingga yang digunakan betul-betul yang dibutuhkan. Tanpa petunjuk yang jelas, bahan thesis ini seperti akan menyesatkan seperti di rimba raya.

Setelah bahan baku terkumpul, dimulailah proses pembuatan keris. Bahan baku yang awalnya sekitar 12 kg tersebut dibakar dengan suhu 1200  derajat celcius dan kemudian dibentuk. Dalam prosesnya, teknik membut keris disebut sebagai Damascus Technique yang mengadopsi gaya yang digunakan di Damaskus. Teknik ini adalah teknik lipatan dengan jumlah tertentu mengikuti bilangan 2, 4, 8, 16, 32 dan seterusnya sampai ribuan. Dalam proses lipatan ini, bisa dipadukan teknik tempaan tertentu sehingga menciptakan “gambar” di bilah keris yang disebut pamor. Nama pamor ini bermacam-macam misalnya Udan Mas, Blarak Sineret, Ilining Warih dst.

Dalam proses penempaan ini, bahan keris yang tadinya seberat 12 kg hanya menjadi keris dengan berat 0,6 kg atau menghilangkan 11,4 kg. Bagian yang menjadi keris ini adalah intisari dari bahan-bahan sebelumnya dengan kualitas terbaik. Bagian yang bukan inti dibuang. Inilah proses paling panjang dan paling melelahkan dari pembuatan keris. Hampir semua keris yang sudah jadi, akan dapat berdiri tegak karena proses simetris pada tiap bilahnya yang dibuat dengan sangat teliti.

Keris yang hampir jadi kemudian ditatah, diasah dan dihias sesuai dengan yang diinginkan. Keris dengan Pamor Nagasasra misalnya, menghabiskan waktu dan biaya yang sangat tinggi justru ketika dihias dengan emas, intan dan pemata. Bagian warangka atau sarungnya, dengan beberapa pernik-perniknya juga tidak kalah rumit dibuat. Setelah diasah dan diwarang atau diberi arsenic sebagai racun sekaligus pelindung bilah keris, keris jadi.

Continue reading “Membuat Keris, Menulis Thesis”

Oh… PKS

Kedaulatan Rakyat, 1 Februari 2013

Versi PDF dapat didownload disini

602728_599731220043338_1861022271_nBerita mengejutkan itu datang ketika Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK. Citra PKS yang selama ini dikenal (atau diisukan) bersih dari segala macam praktek kotor korupsi langsung guncang.

LHI ditetapkan menjadi tersangka ketika suruhannya, AF tertangkap tangan menerima suap dan berdua di kamar hotel bersama seorang perempuan muda.

Sejak didirikan, tidak ada satupun anggota PK atau PKS yang menjadi tersangka apalagi terpidana kasus korupsi. Kader PKS yang cukup menghiasi layar berita adalah Misbakhun dengan kasus LC fiktif dan Arifinto yang membuka gambar porno di DPR. Misbakhun belakangan dibebaskan dan namanya direhabilitasi sedangkan Arifinto, yang juga pendiri PK , mengundurkan diri dari DPR.

Berbeda dengan dua kasus di atas, kali ini pukulan telak diterima PKS. Dengan tingkat kesuksesan perkara yang nyaris 100%, seluruh tersangka KPK akan menjalani proses hukum untuk akhirnya menghuni hotel prodeo. Belum pernah ada tersangka yang terkait dengan kasus tertangkap tangan KPK, dapat bebas dari jeratan kasus hukum.

Seluruh proses mengejutkan PKS ini terjadi diantara tiga ketidakberuntungan sekaligus:

Pertama, tersangka korupsi yang ditangkap KPK adalah Presiden PKS, pimpinan tertinggi yang menjalankan seluruh aktifitas eksekutif partai . Posisi Luthfi di PKS sejajar dengan Anas Urbaningrum di Demokrat, Megawati di PDIP atau Aburizal Bakrie di Golkar. Lebih dari itu, Luthfi juga salah satu pendiri PK.

Continue reading “Oh… PKS”