Lapangan Basket UNSW

20131122_125908 OK_miniLapangan basket (atau kerennya Multipurpose Complex, University Gym) di University of New South Wales di Kensington, Sydney merupakan salah satu tempat yang cukup ramai saat diselenggarakan sholat Jumat. Lapangan basket indoor ini digunakan hanya untuk sholat Jumat yang dihadiri sekitar 200 an jemaah. Untuk sholat fardhu lainnya, mahasiswa UNSW dapat sholat di musholla di dekat tempat ini. Tempat ini juga tidak digunakan untuk sholat Ied Adha dan Ied Fitri, karena selain lantainya yang terbuat dari kayu dan agar berdebu (maklum karena lapangan basket, senam dls, namanya juga multypurpose), pintu masuk ke tempat ini juga sangat kecil.

Proses sholat Jumat rata-rata berlangsung sekitar 30 menit, dimulai jam 13.15 dan berakhir jam 13.45. Pada waktu ujian, jam dimajukan dan khutbah dipersingkat. Jam ini sudah disesuaikan agar dapat diikuti pada empat musim. Perlu diingat bahwa jadwal sholat Jumat di negara-negara empat musim tidak seperti di Indonesia yang dalam satu tahun paling hanya berselisih sekitar 30 menit. Di negara empat musim, jadwal sholat sangat tergantung pada posisi matahari. Jika musim panas, matahari bersinar lama sehingga sholat shubuh bisa dimulai jam 4 pagi dan matahari terbenam bisa jam 20.00. Semakin mendekati kutub, semakin ekstrem. Di Canada misalnya, musim panas subuh jam 4 pagi dan sholat Isya jam 11 malam, padahal jam sudah dimajukan dan disesuaikan (daylight saving). Siksaan luar biasa untuk Ramadhan yang jatuh pada musim panas. Tetapi sebaliknya, jika  musim dingin, puasa mungkin bisa sangat singkat, hanya 8 jam. Continue reading “Lapangan Basket UNSW”

Menjewer Australia

Screen Shot 2013-11-19 at 11.05.52 PMKedaulatan Rakyat, Analisis, 19 November 2013. Download PDF

Isu terkait penyadapan terhadap Presiden, ibu negara dan lingkaran dalam istana yang dilakukan oleh Australia tahun 2009 segera mengundang kontroversi. Padahal, berhadapan dengan Australia, Indonesia memiliki banyak keunggulan secara politik dan tidak bergantung secara ekonomi.

Dalam presentasi dengan kop Australia’s Defense Signal Directorate, terlihat jelas siapa saja yang disadap. Setelah menarik Dubes Indonesia untuk Australia yang menurunkan hubungan diplomatik, apa saja keunggulan Indonesia dibanding Australia?

Pertama, pemerintahan partai koalisi (dengan Partai Liberal sebagai partai terbesar) di Australia adalah pemerintahan baru terbentuk September lalu. Setelah enam tahun tidak memegang tampuk pemerintahan, pemerintahan baru dihadapkan pada warisan-warisan kebijakan pemerintah partai buruh yang dianggap tidak popular yang menyebabkan kekalahan yang cukup signifikan.  Penyadapan dilakukan pada masa pemerintahan Partai Buruh dan dampaknya dirasakan Partai Liberal. Partai koalisi yang belum berpengalaman, masih terbata-bata membaca peta politik kawasan, termasuk hubungannya dengan Indonesia.

Kedua, bermain isu pencari suaka. Pencari suaka merupakan isu politik paling penting bagi Australia. Marty sebaiknya menghentikan sementara kerjasama terkait pencari suaka. Sudah pasti, hal ini akan menjadi goncangan terbesar politik dalam negeri Australia. Dalam masa kampanye, Perdana Menteri terpilih Tony Abott pernah berjanji untuk membeli kapal-kapal yang digunakan pencari suaka dan menempatkan lebih banyak polisi Australia untuk mengawasi perairan Indonesia dari penyelundup manusia. Kebijakan yang dianggap merendahkan kedaulatan Indonesia ini tidak pernah mendapatkan tanggapan serius dari pemerintah Indonesia. Sudah saatnya kita sedikit berwibawa menghadapi tetangga kita di Selatan.

Karena keunggulan geografis, Australia bergantung kepada Indonesia secara politik, Continue reading “Menjewer Australia”

Mecidi Aksa Den Hague

DSC08468 OK_miniMecidi Aksa terletak di dekat kawasan bisnis dan pusat belanja Central di Den Hague (The Hague), ibukota Belanda. Masjid ini mungkin salah satu masjid yang merupakan adaptasi dari gereja. Arsitekturnya mirip dengan gereja, hanya sudah ditambah beberapa kebutuhan dasar untuk sholat Jumat seperti tempat untuk berwudu. Masjid ini merupakan salah satu masjid Turki dari banyak masjid Turki lain di Eropa. Namun walaupun merupakan masjid Turki, jemaahnya dari semua negara.

Saya tidak ingat bahasa apa yang digunakan waktu khutbah Jumat. Kalau tidak salah, salah satu diantara bahasa Belanda, Bahasa Turki dan Bahasa Arab. Hanya saja, saya tidak mengerti satupun dari ketiga bahasa tersebut hehehehe. Karena tidak mengerti, saya sibuk mengamati arsitektur dan desain-desain di dalam masjid yang didominasi warna -warna cerah.

Waktu saya sholat di masjid ini adalah musim gugur mendekati musim dingin di Belanda, sekitar bulan Agustus-September 2007. Tetapi musim gugur di Belanda saya rasakan jauh lebih dingin daripada musim dingin di Australia. Matahari hanya terbit sebentar dan kemudian dingin dan gelap. Jika bertambah hujan, maka lengkaplah kesenduan hari itu. Saya masih jelas merekam kesenduan musim gugur dan musim dingin di Belanda.

Hal berbeda dengan musim dingin di Australia. Walaupun suhu dingin, tetapi sebentar kemudian matahari akan muncul dengan terang. Suasana dingin di Australia hanya saat malam dan dini hari. Jika siang, tidak begitu terasa karena matahari cukup terang. Apalagi jika tinggal di tepi pantai misalnya di Sydney. Hampir tak terasa. Continue reading “Mecidi Aksa Den Hague”

Student Society Ballroom McGill University

DSC02937OK_miniDi kampus-kampus di negara barat, sangat lazim untuk sholat Jumat di tempat-tempat umum yang biasanya digunakan untuk fungsi lainnya. Mahasiswa yang mengorganisir sholat Jumat di kampus biasa menggunakan ruang serba guna, lapangan basket, atau lapangan tenis untuk menggelar sholat Jumat.

Pada acara summer course di McGill University, Montreal Canada tahun 2005, sholat Jumat diselenggarakan di Student Society Ballroom. Ruang ini sebenarnya cukup luas untuk menampung seluruh Jemaah yang ada. Hanya saja, masalah yang selalu muncul ketika sholat Jumat di Ballroom atau lapangan basket, adalah tidak adanya tempat untuk wudhu (ablution). Jadi Jemaah berwudhu di sink yang biasa digunakan untuk cuci tangan. Masalah muncul ketika harus mencuci kaki. Alhamdulillah waktu itu berat badan saya masih 15 kg lebih rendah daripada saat ini sehingga bisa dengan mudah menangkringkan kaki di wastafel. Beberapa Jemaah saya lihat hanya membasuh sepatu saja. Mungkin sudah bersih kakinya dari rumah.

Panitia sholat Jumat, selain meminggirkan kursi-kursi dan menvacuum lantai, juga harus membersihkan sisa air bekas wudhu yang berceceran di lantai.  Jadi Jemaah harus memastikan agar cipratan airnya tidak terlalu parah sehingga menimbulkan kesan buruk bagi umat Islam yang minoritas.  Continue reading “Student Society Ballroom McGill University”

King Faisal Mosque

20131115_134741 OK_miniKing Faisal Mosque terletak di 175-177 Commonwealth St, Surry Hills, Sydney New South Wales Australia. Masjid ini bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari Central Station, kira-kira 10 menit. Masjid dua lantai ini membeli dan kemudian membangun masjid dari sebuah rumah. Rumah sebelahnya (berwarna putih) kemudian dibeli dan dijadikan perpanjangan dari masjid pertama.

Masjid berlantai dua menjadi rujukan sholat jumat bagi umat muslim yang bekerja di salah satu kawasan tersibuk di Australia. Sebuah pemandangan langka di tengah hari kerja berbondong-bondong orang mengumpul di titip yang sama dan kemudian membubarkan diri dari titik tersebut setengah jam kemudian. Karena berada di pusat kota, parkir menjadi sulit. Lebih baik menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki.

Continue reading “King Faisal Mosque”

Méndém

manfaat jaheMéndém dalam bahasa di kampung saya di Bogeman Magelang artinya mabuk, biasanya khusus untuk mabuk yang disebabkan oleh pengaruh minuman. Kadang méndém juga diasosiasikan untuk makan sesuatu melebihi batas, seperti méndém duren, méndém gadung dls.  Saya mau membandingkan méndém cara Australia dan méndém model proletar seperti kita.

Di Australia, mereka yang sudah lebih dari 18 tahun boleh méndém sepuasnya. Toko-toko ndém-ndéman tersebar merata di “kampung-kampung”. Saya belum pernah menemukan deretan toko di sebuah kawasan belanja yang tidak ada toko ndém-ndéman-nya. Kalau belum 18 tahun, remaja Australia dilatih méndém dengan minum bir dengan kadar alcohol yang rendah. Bir di Australia (dan juga di negara barat lainnya) sangat lazim diminum hampir kapan saja. Jika masih anak-anak, latihannya dengan minum minuman bersoda. Saking lazimnya, minuman bersoda itu seperti teh di Indonesia. Melengkapi setiap makanan dan menghiasi hampir semua menu.

Minuman beralkohol, misalnya anggur juga menghiasi hampir seluruh menu makan dan lazim disajikan dalam setiap acara. Jadi kalau ada acara makan malam dan tidak memiliki anggur untuk sedikit méndém, akan sama anehnya dengan tidak memiliki teh panas manis di kampung-kampung di Jawa. Tuan rumah akan sangat malu. Waktu saya masih tinggal di asrama kampus khusus mahasiswa PhD di University House ANU, setiap Rabu petang kami dijamu dengan menu makan malam lengkap (buffet) mulai dari opening, main course dan dissert. Di meja juga selalu ada satu botol anggur putih dan satu botol anggur merah selain air putih. Continue reading “Méndém”