Mengapa Bali tetap Hindu?

indonesia-bali-hindu-ritual-2009-12-16-16-12-59Bali, pulau eksotis di Indonesia yang kaya budayanya, tetap mayoritas Hindu di tengah “kepungan” Islam. Pertanyaan di atas akan dijawab dalam dua hal, pertama menjelaskan mengapa Bali Hindu, dan kedua mengapa Bali tetap menjadi Hindu pada saat Jawa telah berubah menjadi Islam. Berikut sedikit ringkasan dari buku Robert Pringle (2004) A Short History of Bali: Indonesia’s Hindu Realm.

Pertama, penduduk Bali sebagian besar berasal dari luar Bali, kemungkinan berasal dari Jawa atau Lombok. Bahasa Bali lebih mirip bahasa Sasak di Lombok daripada bahasa Jawa. Bali tidak pernah putus hubungan dengan Jawa dan juga Kerajaan lainnya. Raja Airlangga (p.48) adalah “setengah Bali” karena berayah Bali dan beribu Jawa (cucu Mpu Sindok). Bali selalu berada dalam pengaruh Kerajaan di Jawa terutama Majapahit. Saat Majapahit berada pada puncak kekuasaannya, Bali menjadi salah satu daerah penting dengan adanya pusat kekuasaan penting yang kemudian menjadi Kerajaan Gelgel yang semakin menguat seiring dengan melemahnya Majapahit. Gelgel pernah mengirimkan pasukan untuk membantu Blambangan di ujung Timur Jawa. Saat Islam di Jawa menguat, terjadi influx ke Bali.

Penjelasan tentang mengapa Bali tetap menjadi Hindu ada beberapa hal, paling tidak geografis dan historis. Penjelasan geografis Bali yang terpisah dari Jawa kurang masuk akal. Jarak kedua pulau itu hanya sekitar 2,4 kilometer. Sangat mudah untuk dijelajahi. Penjelasan historis lebih mudah difahami. Terdapat beberapa kemungkinan seperti ditulis Pringle (p.70):

Pertama, Bali tidak pernah secara nyata “anti Islam”, walaupun memiliki budaya yang berbeda. Continue reading “Mengapa Bali tetap Hindu?”

Museum Suharto: Review

phpjcJQeZPMPada kunjungan pendek bulan ke Yogyakarta, saya sempatkan melihat Museum Suharto yang dibangun di bekas rumah kediaman Pak Harto di Kemusuk Sedayu Bantul, Yogyakarta pada 2 Februari 2014 lalu. Berikut ini adalah reviewnya.

Jalur menuju ke rumah masa kecil Pak Harto yang ayahnya seorang pengatur air di desa itu, mudah dicapai dari Yogyakarta. Setelah melalui Ring Road ke arah Purworejo, mudah untuk belok ke kanan dan menelusuri jalanan lebar menuju komplek museum. Jalanan yang lebar menuju desa Kemusuk ini secara jelas menunjukkan bagaimana jalan tersebut sengaja “dilebarkan” saat Pak Harto berkuasa, kontras dengan umumnya jalan desa yang sempit. Di sisi kiri dan kanan jalan, masih terpampang banyak tempat untuk memasang bendera. Saya membayangkan, tempat bendera ini pasti dulunya berjejer mengiringi kunjungan sang Presiden, dengan umbul-umbul Golkar menyertainya

Waktu saya datang, puluhan murid SD sedang tekun mendengarkan liputan tentang Pak Harto selama memimpin Indonesia dalam TV besar yang diputar di Pendopo. Kilasan sejarah itu dikemas dalam 10 menit video yang cukup menarik, tentu saja tentang sudut pandang Orde Baru.

Begitu masuk ke Museum, seperti sudah saya duga, dibuat dua peristiwa politik penting yang menjadi kekuatan Pak Harto selama ini yaitu Serangan Umum 1 Maret dan Gerakan Tigapuluh September 1965. Seluruh energi museum seolah digunakan untuk dua hal tersebut. Capaian ekonomi Pak Harto justru terkesan menjadi minor dibandingkan dengan diorama dan presentasi dua peristiwa politik tersebut.

Setelah Pak Harto jatuh, banyak buku yang menggugat peran Pak Harto sebagai PENCETUS IDE Continue reading “Museum Suharto: Review”

SMP in Australia 1: Mendaftar

phpW7A4gGPMIni tulisan tentang orang tua yang berdebar-debar saat anaknya akan masuk SMP. Sepertinya baru kemarin mengantarkan anak pertama saya ke gerbang TK, eh kok tahu-tahu sekarang sebentar lagi sudah SMP.

Tapi saya yakin tidak sendirian. Ada jutaan orangtua yang berdebar karena anak pertamanya akan masuk SMP. Tahap untuk memulai mencari SMP favorit sudah kami lakukan sejak pertama kali datang ke Australia bulan Juni lalu. Tetapi ternyata, system penerimaan High School di Australia, tepatnya di Sydney sudah dimulai sejak kelas 5 SD. Mereka mengikuti semacam test untuk menentukan masuk ke SMP-SMP favorit

Ada tiga jenis High School Negeri di NSW. Pertama, (just) High School yang menerima murid yang biasanya berdasarkan lokasi tempat tinggal. Anak-anak yang tinggal di lingkungan dekat dengan Continue reading “SMP in Australia 1: Mendaftar”