Strategi Mengemis

Di hampir seluruh jalanan di Yogyakarta, kita selalu menemukan sejumlah orang mengais rejeki dengan mengemis. Perempatan-perempatan besar dan ramai tak pernah sepi dari kehadiran pengemis. Sasaran mereka pengendara bermobil, entah mobil pinjaman, kreditan, atau mobil majikan, pengemis tak peduli. Pengendara mobil selalu diasumsikan memiliki lebih banyak uang daripada pengendara motor. Walaupun tak jarang pengemis yang meminta ke pengendara motor. Apa boleh buat, rotan tak pernah memberi, siapa tahu dari akar akan jadi rejeki.

 

Pengemis di Yogyakarta, seperti juga profesi lainnya, dituntut untuk berkembang dan kreatif. Mengemispun perlu strategi untuk menarik iba orang lain dan menyedekahkan uangnya, dan dengan begitu, makan malampun tak perlu dipikir terlalu serius lagi. Tulisan ini akan sedikit mengurai tentang strategi yang dipakai pengemis untuk mendapatkan rejeki lebih, yang ternyata berkembang dari waktu ke waktu. Continue reading “Strategi Mengemis”

Tahun Baru 2007

Hampir semua orang merayakan tahun baru 2007. Tahun baru kali ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, dinikmati dengan berbagai cara. Orang tua melewatinya dengan menonton acara TV non-stop yang menyajikan acara yang buat mereka terlalu membosankan dan terlalu gaul. Setelah sedikit tengah malam, menjalankan aktifitas tidurnya. Muda-mudi adalah komunitas yang paling bergembira. Dimulai dari ngobrol, jalan-jalan dengan pacar, sampai dengan serius mempersiapkan acara khusus untuk tahun baru. Wira-wiri gak jelas menikmati dan mengikuti arus keramaian kota.
Ada sebagian kecil yang sadar dan percaya, tidak ada bedanya hari esok yang merubah kalender atau hari-hari sebelumnya dan hari yang akan datang. Toh penentuan tahun Masehi ini telah melewati sekian revisi, tidak seperti tahun Komariah yang relatif stabil. Jadi, tahun baru hanya sekedar identifikasi manusia, yang bisa jadi salah.
Dulu, masyarakat jawa sangat sakral memperingati Malam Satu Suro dengan ritual-ritual khusus yang intinya berdoa kepada Tuhan akan berkah di tahun mendatang. Sekarang, ritual ini sangat jarang ditemui.

 

Masyarakat kita tidak pernah sadar (seperti tulisan Ricklef) bahwa orang Jawa adalah satu-satunya komunitas di dunia yang memiliki perhitungan kalender paling kompleks dibanding semua komunitas di seluruh dunia. Kalender Jawa adalah penggabungan antara Perhitungan Komariah dengan Hindu-Budha-Shaka. Menariknya, kalender jawa yang berbasis kepada Kalender Bulan tidak dimulai dari Hijrah Nabi, tetapi meneruskan kalender Hindu-Budha-Shaka. Continue reading “Tahun Baru 2007”